Sejarah Candi Plaosan

Posted on

Sejarah Candi Plaosan – Telah dibangun dalam pertengahan abad ke-9. Candi ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Candi Plaosan Kidul dan Candi Plaosan Lor.

Setiap kelompok candi mempunyai sebuah taman besar dan dilapisi dengan rumput hijau. Burung-burung pun sering duduk di rerumputan, lalu terbang dan kembali ke atap candi.

Apa itu Candi Plaosan? Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai candi ini dengan jelas dan singkat, maka yuukk… Simak ulasan nya sebagai berikut.

Apa yang dimaksud dengan Candi Plaosan ?

Pengertian Candi Plaosan merupakan adanya sebuah bukti nyata bahwa kekuatan cinta dapat menyatukan batas-batas perbedaan.

Contoh-Candi-Plaosan

Dalam candi yang indah ini telah dibangun dengan Rakai Pikatan, yang memiliki agama Hindu sebagai istri tercintanya Pramodyawardani, yang telah memeluk agama Buddha. Kunjungan ke Plaosan tidak hanya menunjukkan kepada kekuatan cinta, tetapi juga arti sebenarnya dari toleransi yang sesungguhnya.

Perbedaannya bukan alasan sebagai menghilangkan cinta yang tumbuh. Tetapi cinta harus menjadi alat sebagai menyatukan perbedaan.

Mungkin Rakai Pikatan bertahan sampai dia akhirnya memutuskan dalam membangun bangunan untuk Pramodyawardani, sebuah bangunan yang indah yakni Candi Plaosan sebagai istrinya yang dia cintai.

Sejarah Candi Plaosan

Candi Plaosan dibangun dalam suatu masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan. Raja Mataram kuno, yang berasal dari sebuah dinasti Sanjaya, yang dibekukan dari tahun 840-856. Ini adalah bukti bahwa investigasi yang dilakukan oleh De Casparis adalah benar. Prasasti Cri Kaluhuran yakni telah dibuat pada 842 Masehi.

Sejarah-Candi-Plaosan

Prasasti ini telah menyatakan bahwa Candi Plaosan dibangun dengan seorang Ratu Sri Kaluhuran dan didukung penuh dengan suaminya. Sri Kaluhuran merupakan sebuah gelar Pramodyawardhani sebagai seorang putri Raja Samaratungga dari dinasti Syailendra, yang mencakup agama Buddha dan menikah dengan dinasti Hindu Sanjaya Rakai Pikatan.

Baca Juga :  Biografi Kapitan Pattimura

Dapat dikatakan bahwa candi Plaosan ini menyaksikan perbudakan suci keduanya. Di mana kedua keluarga ini sejak awal tidak menyetujui hubungan mereka. Hingga mereka juga mencoba berbagi berbagai peluang agar keluarga kedua belah pihak memberkatinya. Kekuatan cinta yang begitu kuat akhirnya meluluhkan hati kedua keluarga dan memberkati hubungan mereka.

Lokasi dan Akses Candi Plaosan

Candi Plaosan yakni memiliki sebuah terletak di perbatasan antara Daerah Istimewa yakni di Yogyakarta dan Provinsi bagian Jawa Tengah, tepat di Dusun Plaosan, Prambanan, Desa Bugisan, Jawa Tengah. Namun, karena adanya sebuah lokasinya dekat dengan Candi Prambanan dan ibukota DIY, Candi Plaosan masih dianggap sebagai bagian dari wilayah Yogyakarta.

Meskipun dikelilingi oleh sawah dan ladang penduduk dan tidak dilintasi oleh angkutan umum, akses ke Candi Plaosan sangat mudah. Silakan ikuti jalan dari Jogja – Solo sampai Anda mencapai Candi Prambanan. Ketika sudah tiba di persimpangan ke pintu masuk Candi Prambanan, belok ke utara dan ikuti jalan.

Jika telah melihat siluet Candi Plaosan di sebelah kanan, belok kanan untuk sampai ke candi. Jika Anda tidak membawa sendiri, Anda dapat naik bus kota ke Jogja – Solo dan turun di Terminal Prambanan atau Trans Jogja Bus Jalur 1A/2A dan turun di Halte Bus Prambanan. Dari sana Anda bisa berjalan, naik taksi motor atau naik kereta kuda.

Tempat Candi Plaosan

Kompleks Plaosan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi mempunyai sebuah teras persegi panjang yang dikelilingi dengan dinding sebagai semedi yang mempunyai bentuk pos di sebelah barat dan stupa di sisi lainnya.

Baca Juga :  Biografi Pangeran Diponegoro

Karena kesamaan ini, penampilan candi Plaosan Lor dan Kidul hampir sama di kejauhan, sejauh ini Candi Plaosan sering disebut sebagai Candi kembar, diantaranya ialah:

1. Candi Plaosan Lor

Bangunan Candi Plaosan Lor mempunyai halaman tengah yang dikelilingi dengan dinding dengan pintu masuk ke barat. Di tengah halaman merupakn sebuah paviliun berukuran 21,62 x 19 meter. Di bagian timur paviliun ada 3 altar, yaitu altar utara, timur dan selatan.

Gambar Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana dan Aksobya dapat dilihat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur ksitigarbha terletak di altar utara, sedangkan deskripsi Manjusri terletak di altar barat.

2. Candi Plaosan Kidul

Candi Plaosan Kidul mempunyai sebuah paviliun di tengah, dikelilingi oleh 8 candi kecil yang dibagi menjadi 2 tingkat, masing-masing tingkat terdiri atas 4 candi. Terdapat deskripsi dari Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut Vajra pada Utpala dan Prajnaparamita, yang dianggap “ibu dari semua Buddha”.

Beberapa gambar lain masih dapat ditemukan, tetapi tidak di lokasi asli. Sosok Manujri, yang cukup signifikan menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom, juga dapat ditemukan.

Dalam candi ini, telah dibangun dalam pertengahan abad ke-9 dan adanya sebuah bukti nyata bahwa kekuatan cinta dapat menyatukan batas-batas perbedaan.

Baca Juga :

Demikian ulasan yang dapat kami sampaikan dengan jelas dan singkat mengenai Sejarah Candi Plaosan. Semoga ulasan kali ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda.