Sejarah PNI

Posted on

Sejarah PNI – PNI ialah bukan satu-satunya dalam organisasi pada gerakan yang bertujuan sebagai mendapatkan sebuah kemerdekaan bagi Indonesia.

Namun, PNI adalah sebuah organisasi dalam politik partai pertama di Hindia Belanda yang berurusan dengan politik dalam bentuk partai.

NI adalah salah satu sebuah partai yang paling berpengaruh di wilayah Indonesia sejak didirikan pada 4 Juli 1927. Pada saat itu, banyak sebuah organisasi pada gerakan nasional dibentuk sebagai menyadarkan terhadap kalangan masyarakat Indonesia akan pentingnya apa itu kemerdekaan.

Apa itu PNI? Bagaimanakah dengan Sejarahnya? Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas dengan jelas dan singkat mengenai PNI. Yuukk… Simak ulasan nya sebagai berikut.

Bagaimana Sejarah PNI ?

Pada tanggal 4 Juli 1927 terdaftar sebagai salah satu tonggak yang terpenting dalam kemajuan sebuah sistem dan partai politik modern di wilayah Indonesia. Tepatnya 92 tahun yang lalu Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan. Beberapa kalangan mengatakan PNI adalah partai politik tertua di wilayah Indonesia.

Sebelum PNI menjadi sebuah partai, awalnya disebut Perserikat Nasional Indonesia yang ketuanya bernama Mr. Tjipto Mangunkusumo Mr. Sartono Iskak Tjokroadisurjo dan Mr. Sunaryo. Mereka adalah siswa yang tergabung dalam Algemeene Study Club (ASC) yang diketuai oleh Ir. Soekarno juga bergabung dengan partai.

Sejarah-PNI

Keberadaan PNI saat ini telah membahayakan pada wilayah Belanda dengan jelas, karena mereka menyebarkan ajaran gerakan kemerdekaan, sehingga pemerintah Belanda India Timur pada 24 Desember 1929 mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Penangkapan baru terjadi pada tanggal 29 Desember 1929 terhadap tokoh-tokoh PNI di Yogyakarta seperti Sukarno, Gatot Mangkupraja, Maskun Sumadiredja dan Soepriadinata.

Baca Juga :  Demokrasi Pancasila

Persidangan terhadap orang-orang yang ditangkap dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1930. Setelah dibawa ke pengadilan Belanda, para pemimpin ini dibawa ke Penjara Sukamiskin Bandung. Selama proses ini, Ir. Sukarno menulis pidato penggugat Indonesia dan membacanya di depan pengadilan sebagai gugatannya.

Pengadilan telah memberi keputusan bahwa Sukarno dijatuhi hukuman penjara. Hukuman ini akan diberlakukan di Penjara Sukamiskin selama 4 tahun mulai Desember 1930.

Tidak hanya Soekarno, tetapi terdapat juga sejumlah pemimpin PNI lainnya ditangkap. Maskoen, Soepriadinata dan Gatot Mangkoepradja juga ditangkap di Yogyakarta setelah menghadiri pertemuan publik yang diselenggarakan oleh PPKI. Serangkaian penangkapan para pemimpin PNI dimulai pada tanggal 24 Desember. Total penangkapan 180 pemimpin PNI.

Penangkapan dalam ratusan pada seorang pemimpin PNI, termasuk para pemimpin utama mereka, telah melumpuhkan PNI. MC Ricklefs dalam sejarah Indonesia modern Penangkapan para pemimpin PNI ini telah menghentikan aktivitas politik di partai yang menghentikan banteng.

Awal Terbentuk

PNI telah lahir dari pertemuan antara Ir. Soekarno dengan beberapa rekannya seperti Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Dr. Cipto mangunkusumo dan Mr. Budiarto Soenarjo.

Merekalah yang kemudian menjadi pemimpin Uni Nasional Indonesia atau kemudian dikonversi menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1928. Para pendiri PNI, yang sebelumnya berpengalaman di bidang gerakan nasional, tidak secara otomatis mengalami kesulitan signifikan dalam memperluas Sayap PNI.

PNI dengan cepat mendapatkan posisi yang luar biasa. Ir. Sukarno, yang dikenal karena pidatonya, adalah daya tarik utama partai. Propaganda politik, yang terus disebarkan oleh PNI, bertemu dengan kritik keras di Belanda. Tetapi tokoh-tokoh PNI mengabaikannya.

Prinsip – Prinsip PNI

PNI mempunyai sebuah trilogi yang berdasarkan pada adanya sebuah pandangan terhadap Bung Karno sebagai dasarnya. Trilogi ini adalah kesadaran nasional, kemauan dan tindakan terhadap nasional. Penggunaan trilogi digunakan sebagai panduan untuk perjuangan gerakan PNI untuk mencapai tujuannya. Sementara itu, tujuan PNI untuk mencapai kemerdekaan Indonesia bukanlah keinginan sepele.

Baca Juga :  Makna Proklamasi

Dalam kemerdekaan Indonesia harus diperangi secara serius. Oleh karena itu Ir. Soekarno telah menciptakan kembali prinsip yang menjadi dasar gerakan PNI. Prinsip-prinsip ini termasuk tekad PNI untuk berperang secara mandiri dan tanpa bantuan, untuk menolak bekerja sama dengan pemerintah Belanda, dan untuk tidak menyukainya.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang telah kami sampaikan dengan jelas dan singkat mengenai Sejarah PNI. Semoga ulasan kali ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.