Sejarah Renang

Posted on

Sejarah Renang – Olahraga sangat baik untuk kesehatan tubuh karena hampir dalam semua suatu otot dan sendi dapat bergerak saat melakukan aktifitas berenang. Semua orang bisa berenang, baik pria maupun wanita.

Secara umum, hewan berenang memiliki tujuan yang berbeda, misalnya sebagai mencari mangsa, untuk mendinginkan suhu tubuh, atau untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Pasti kalian mengenal dengan istilah renang bukan? Dalam renang, memiliki beberapa sejarah, tujuan, manfaat dan penjelasan lainnya. Untuk ulasan selanjutnya, yuukk… Simak pembahasan di bawah ini.

Bagaimana Sejarah Renang ?

Olahraga ini dimulai dalam wilayah London pada abad ke-19. Sekitar pada tahun 1837 hanya ada 6 kolam renang di wilayah kota. Dalam sebuah popularitas renang terus meningkat dan pada tahun 1869 beberapa klub muncul. Popularitas kejuaraan renang ditangkap oleh kebangkitan Olimpyade dan terdaftar di Athena pada tahun 1896 sebagai olahraga modern.

Sejarah-Renang

Selama perkembangan yang dapat ditelusuri, kota Bandung adalah sebuah kota yang sudah mulai melakukan dalam kegiatan olahraga berenang di wilayah Indonesia. Dapat dibuktikan dengan suatu pembangunan kolam renang Cihampelas pada tahun 1904. Sebelum kemerdekaan, terdapat berbagai pada sebuah kolam renang di beberapa kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan lain sebagainya

Dengan adanya sebuah beberapa kolam renang, perkembangan olahraga ini ditandai oleh pembentukan klub renang, termasuk Bandung Zwembond atau Asosiasi Renang Bandung pada tahun 1917. Pada saat itu ada 7 asosiasi dalam asosiasi, termasuk asosiasi renang untuk murid di sekolah pada wilayah Bandung.

Baca Juga :  Sejarah Bpupki

Macam – Macam Gaya Renang

Saat berenang sebagai rekreasi, ketika seorang berenang dengan menggunakan gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang diperebutkan dalam kompetisi renang meliputi gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas.

Dalam berenang gaya bebas, perenang dapat menggunakan gaya berenang yang berbeda, dengan pengecualian gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu.

1. Gaya Bebas

Gaya bebas untuk mengapung dengan bagian pada dada terhadap permukaan air. Kedua tangan dengan cara bergantian untuk bergerak maju dalam gerakan pedal, sementara kedua kaki secara bergantian digoyangkan ke atas dan ke bawah.

Pernapasan terjadi ketika lengan dipindahkan dari air, tubuh di miringkan dan kepala berputar ke samping. Saat menghirup, perenang dapat memilih untuk belok kiri atau kanan. Dibandingkan dengan gaya berenang lainnya, gaya bebas adalah gaya berenang yang membuat tubuh berlari lebih cepat di dalam air.

2. Gaya Dada

Gaya dada adalah sebuah gaya berenang paling populer untuk berenang rekreasi. Postur dan kepala yang stabil tidak bisa berada di dalam air untuk waktu yang lama. Berenang payudara atau berenang katak (gaya kodok) berarti posisi dada untuk menghadap dalam permukaan air. Berbeda dengan gaya bebas, tubuh bagian atas selalu dalam kondisi padat.

Pada kedua kaki melangkah keluar sementara kedua tangan di rentangkan ke depan. Kedua tangan terbuka ke samping seperti gerakan membelah air, sehingga tubuh bergerak maju lebih cepat. Gerakan tubuh meniru gerakan katak renang, karenanya gaya katak. Pernapasan terjadi ketika mulut berada di permukaan air, setelah gerakan tangan-kaki atau gerakan tangan-tangan dua tangan.

3. Gaya Punggung

Pada gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air, sehingga orang dapat dengan mudah bernafas. Tetapi perenang hanya bisa melihat ke atas dan tidak melihat ke depan. Dalam kompetisi, para perenang memperkirakan tepi dinding kolam dengan menghitung jumlah gerakan.

Baca Juga :  Prasasti Tugu

Dalam gaya belakang atau dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki mirip dengan gaya bebas, tetapi dengan terlentang di permukaan air. Kedua tangan secara bergantian bergerak ke arah pinggang, seperti saat mengayuh. Mulut dan hidung kehabisan air sehingga mulut atau hidung mudah atau mengeluarkan napas.

4. Gaya Kupu-Kupu

Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba merupakan sebuah salah satu gaya berenang di mana posisi dada menunjuk ke permukaan air. Kedua tangan secara bersamaan didorong ke bawah dan bergerak ke luar, sebelum diputar ke depan.

Kupu-kupu gaya renang juga membutuhkan lebih banyak kekuatan dari kendaraan hias. Kecepatan renang gaya kupu-kupu dicapai dengan mengayunkan kedua tangan secara bersamaan. Perenang tercepat dari gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat daripada perenang gaya bebas.

Manfaat Renang

Olahraga renang mempunyai sebuah kelebihan sekaligus membuat badan menjadi sehat. Menurut Budiningsih, ada lima keunggulan berenang, yakni:

  • Sebagai sarana dalam rekreasi atau bermain kolam renang dapat digunakan untuk fasilitas rekreasi dan bermain.
  • Tubuh sehat yang dapat merangsang gerakan motorik.
  • Berenang bisa membuat tubuh sehat.
  • Dapat menghilangkan ketakutan akan air Dengan berenang, ketakutan akan air bisa dihilangkan.
  • Tingkatkan keberanian, kepercayaan diri dan kemandirian. Berenang dapat mendorong kita untuk menjadi orang yang berani, percaya diri dan mandiri.
  • Meningkatkan keterampilan sosial Berenang bersama dapat meningkatkan perasaan kebersamaan.

Olahraga sangat baik untuk kesehatan tubuh karena hampir dalam semua suatu otot dan sendi dapat bergerak saat melakukan aktifitas berenang.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan mengenai Sejarah Renang. Semoga ulasan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.