Sejarah Seni Musik

Posted on

Sejarah Seni Musik – Cabang seni yang telah menggunakan sebuah musik untuk alat ekspresi bagi penciptanya dan disusun dengan sedemikian rupa hingga telah mengandung ritme, lagu, dan harmoni.

Seni musik yang telah ada sejak zaman kuno, dan seni musik sekarang dapat berkembang dengan sangat cepat karena banyaknya dalam penemuan baru, terutama di sebuah bidang budaya.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jeals yakni mengenai Sejarah Seni Musik, pengertian, beserta unsur-unsurnya. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak penjelasan sebagai berikut.

Apa itu Seni Musik ?

Seni Musik adalah adanya sebuah kekuatan lemparan dan pertunjukan yang berasal dari gerakan sensorik yang terdiri dari serangkaian melodi (nada) yang mempunyai ritme. Atau seni musik merupakan sebuah susunan suara yang mengandung melodi, harmoni, ritme, dan keteraturan.

Sejarah-Seni-Musik

Seperti apa yang telah kita ketahui, seni musik yakni mempunyai banyak model musik. Terutama sebagai musik yang sedang berkembang saat itu. Berbagai dalam sebuah jenis alat musik telah dikembangkan untuk memanjakan dan memuaskan para pecinta musik tersebut.

Sejarah Seni Musik

Musik yakni sudah ada sejak zaman kuno. Perkembangan dalam seni musik sangat cepat karena banyaknya penemuan baru, terutama di bidang budaya. Oleh karena itu, sejarah seni musik harus dibagi menjadi beberapa zaman agar dapat lebih mengenali perkembangan seni ini. Sejarah seni musik yakni dapat dibagi menjadi 6 era, diantaranya ialah:

Baca Juga :  Awal Mula Betawi

a. Musik Zaman Prasejarah

Musik telah dikenal sejak adanya suatu kehadiran Homo Sapiens, yang berasal dari 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Tidak ada yang tahu siapa orang pertama yang tahu seni musik. Alat musik tertua dan pertama yang berasal dari zaman prasejarah adalah seruling.

Alat musik seruling biasanya terdiri dari tulang paha berlubang. Seruling dikatakan telah dibuat 40.000 di tahun lampau. Selain itu, sebuah prasasti ditemukan yang mengatakan lagu Hurrian dari 1400 SM. Chr. Mengandung. Ini adalah notasi musik tertua yang pernah direkam.

b. Musik Abad Pertengahan

Dalam Pada Abad Pertengahan (476-1572 M), musik terutama digunakan sebagai kepentingan dalam kegiatan keagamaan Kristen. Akan tetapi, dengan adanya berbagai penemuan baru di berbagai bidang, fungsi musik berkembang tidak hanya untuk kegiatan keagamaan.

Pada periode Renaissance (1500-1600) musik membangkitkan cinta dan romansa. Selama kebangkitan musik gereja menurun. Instrumen organ dan piano juga dapat ditemukan selama periode ini. Komponis yang hidup saat ini termasuk Pérotin, Guillaume de Machaut, dan Léonin.

c. Zaman Barok dan Rakoko

Tokoh musik terkenal di era Barok dan Rakoko sekitar 1600-1750 M, ialah yang bernama Johan Sebastian Bach, yakni seorang penulis lagu instrumental dan komposer musik karang untuk khotbah-khotbah di gereja. Musik yang berkembang pada saat itu dikenal sebagai musik barok dan musik rakoko. Musik barok digunakan secara spontan, sedangkan musik rakoko diatur dan direkam.

d. Musik Zaman Klasik

Musik klasik (1750-1820) diciptakan setelah akhir periode Barok dan Rococo. Pada zaman klasik, dalam penggunaan dinamika menjadi lebih tenang, kecepatan berubah dengan Accelerando (lebih cepat), Ritarteando (lebih tenang), dan penggunaan ornamen dibatasi. Komposer klasik terkenal adalah Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, Johann Christian Bach, dan Joseph Haydn.

Baca Juga :  Biografi Raden Patah

e. Zaman Romantik

Era ini pada tahun 1810-1900 SM. Chr. Atau hadir setelah Zamar klasik yakni telah berakhir. Selama waktu ini, perasaan dan sifat subjektif diekspresikan dalam musik. Karena itu, kecepatan dan dinamika semakin digunakan.

Selain itu, opera dan balet mulai berkembang selama masa ini. Pada akhir era ini, orkestra berkembang sangat dramatis dan menjadi budaya urban. Kemudian dengan berbagai bentuk musik teater berkembang, seperti musik komedi, opera dan lain sebagai.

f. Musik Zaman Modern

Dapat dikatakan bahwa musik Saman modern telah ada sejak abad ke-20. Penemuan radio menjadi cara baru mendengarkan musik. Musik modern lebih fokus pada suara, ritme, dan gaya. Tetapi musik modern tidak mengakui keberadaan aturan dan hukum.

Penemuan dalam mesin dikte dan alat untuk mengedit musik memberi genre baru musik klasik. Hingga orang bisa mengekspresikan diri lebih leluasa dengan melalui musik.

Unsur – Unsur Seni Musik

Seni musik tidak dibuat dengan benar jika tidak ada elemen yang membentuknya. Jadi apa saja unsur-unsur dalam seni ini? Berikut penjelasannya:

1. Irama

Irama atau yang lebih dikenal adalah irama panjang pendek dan nada tinggi dan rendah. Elemen ritme adalah elemen yang sangat penting terhadap seni musik karena ritme menentukan irama dalam musik.

2. Melodi

Melodi merupakan sebuah bentuk dalam urutan nada yang berurutan dari rendah ke tinggi atau dari tinggi ke rendah. Melodi adalah salah satu daya tarik dalam seni musik.

3. Harmoni

Harmoni adalah adanya sebuah kumpulan nada dan melodi yang teratur sehingga enak didengar. Harmoni sering disebut dengan akord yang menyertai musik.

4. Dinamika

Dinamika adalah adanya sebuah tanda dalam memainkan nada yang terkait dengan volume, hingga suara yang keras dan merdu dapat didengar. Elemen dinamis dari musik dengan menjadi elemen yang terpenting dari musik untuk mengekspresikan ekspresi musikal yang emosional misalnya bahagia, sedih, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Sejarah Angklung

5. Tangga Nada

Elemen seni musik ini biasanya digunakan sebagai mengatur pemutar musik di orkestra. Timbangan adalah adanya sebuah elemen musik yang terdiri dari level yang dinilai dari nada dasar hingga nada tinggi dan merupakan elemen penting untuk pertunjukan musik.

6. Tempo

Tempo merupakan sebuah ukuran kecepatan irama dalam sebuah lagu. Misalnya, semakin cepat lagu diputar dalam waktu, semakin cepat akan dinyanyikan. Tempo masih terbagi dalam berbagai elemen musik seperti Largo, Adagio, Lento, Andate, Moderato, Vivace dan Presto, dan Allegro.

7. Birama

Berbeda dalam ritme, Barama adalah elemen beat dalam musik dengan berbagai waktu reguler dan tempo tertentu. Bilah biasa ditulis dengan 2/4, ¾, 2/3, dan banyak lagi. Anda juga akan sering menemukan penghitung “/”, yang menunjukkan jumlah ketukan.

8. Timbre

Timbre nada atau yang kita tahu adalah kualitas suaranya. Misalnya, dalam sebuah gitar pada instrumen drum mempunyai timbre yang berbeda, meskipun instrumen dimainkan pada skala yang sama.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Sejarah Seni Musik, pengertian, beserta unsur-unsurnya. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya…