Sejarah Seni Patung

Posted on

Sejarah Seni Patung – Patung di golongkan sebagai seni tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang,lebar dan tinggi (volume) serta dapat dinikmati dari segala arah.

Umumnya patung diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin manusia atau hanya sekedar untuk dinikmati keindahannya saja, merupakan suatu benda yang sengaja dipahat untuk meniru bentuk manusia dan hewan.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Sejarah Seni Patung. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak penjelasan sebagai berikut.

Apa itu Patung ?

Patung merupakan sebuah hasil karya seni dari ciptaan suatu karya manusia dan memiliki bentuk dengan 3 dimensi. Seseorang yang telah atau yang dapat membuat patung disebut sebagai pematung.

Seni-Patung

Tujuan adanya sebuah penciptaan patung merupakan sebagai menghasilkan sebuah karya seni yang memiliki sebuah nilai nilai daya jual yang sangat tinggi dan artistic serta bisa permanen. Agar dalam sebuah patung tersebut dapat bertahan dengan lama atau awet, maka biasanya dalam sebuah patung terbuat dari suatu bahan dasar yang sangat mahal dan keras misalnya pada perunggu, perak, granit, kayu, dan batu.

Dalam sebuah patung ialah suatu alat untuk sesembahan dalam kepercayaan dan dalam sebuah agama tersebut atau dapat disebut dengan berhala. Akan tetapi, sekarang patung dapat berekembang menjadi sebuah hasil karya seni yang dengan berdasarkan pada sebuah perkembangan terhadap akal pada manusia.

Sejarah Seni Patung

Dalam sejarah seni pahat di wilayah Indonesia terkait erat dengan perkembangan seni pahat. Menurut beberapa literatur, orang Indonesia tahu ukiran itu sejak 1500 SM. Saat itu, leluhur bangsa Indonesia telah mengukir kapak batu dengan alat sederhana. Motif yang telah ia buat masih begitu sangat sederhana, dalam sebuah bentuk garis, titik atau kurva.

Sejarah-Seni-Patung

Dalam tahun 500 sampai 300 SM, seni patung telah mengalami sebuah perkembangan. Dalam sebuah dekade ini, orang telah mulai menggunakan dalam sebuah emas, perunggu, dan perak yakni sebagai suatu ukiran. Bahkan, mereka sudah terbiasa dengan adanya suatu teknik casting mereka sendiri, sehingga dalam sebuah ukiran mulai bervariasi.

Baca Juga :  Sejarah Piramida Mesir

Semenjak dalam kedatangan sebuah agama-agama Budha, Hindu, dan Islam di negara Indonesia, ukiran di Indonesia telah berkembang begitu pesat. Banyak kuil pahat dan prasasti untuk menghormati kepada raja. Dalam zaman tersebut, orang mulai mengukir sebuah keris, alat-alat seni, candi, batu nisan. Saat itu, nenek moyang kita telah mulai mengenal sebuah seni patung atau seni pahat.

Unsur Rupa dalam Seni Patung

Secara umum, elemen (visual) yang telah dikembangkan dalam sebuah karya, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Garis

Elemen dalam sebuah tampilan garis adalah pertemuan point-to-point. Garis adalah sebuah elemen visual paling penting dan bertindak sebagai penghalang yang memberi kesan dimensi dan kesan tekstur dalam sebuah bidang. Meski sangat sederhana, dalam sebuah garis memainkan peran yang begitu penting dalam penciptaan dalam hasil sebuah karya seni.

2. Warna

Warna merupakan sebuah bentuk dalam kualitas yang dapat membedakan dua benda atau bentuk yang identik dalam ukuran, penampilan, dan nilai cahaya. Warna yang kita serap telah ditentukan dengan adanya sebuah kehadiran cahaya.

Warna merupakan sebuah kesan yang telah diciptakan dengan suatu cahaya yang berada di mata. Warna terhadap benda-benda ini sifatnya bukan mutlak, tetapi pada masing-masing warna dipengaruhi dengan sebuah kepentingan dalam penggunaannya.

3. Tekstur

Tekstur adalah elemen visual yang dapat menunjukkan sebuah rasa dalam permukaan dari bahan yang sengaja dibuat dan disajikan dalam mencapai sebuah bentuk visual untuk memberikan adanya sebuah permukaan dalam bidang rasa tertentu.

Dalam sebuah penampilan dengan bentuk terhadap karya seni semua atau nyata. Tekstur atau baric adalah sebuah sentuhan, kualitas dalam sebuah permukaan yang bisa menggambarkan sebuah permukaan suatu benda, seperti rambut, kulit, dan kehalusan, kekasaran, atau ketidakteraturan terhadap suatu benda.

Baca Juga :  Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

4. Gelap Terang

Elemen gelap cahaya disebut sebagai elemen cahaya yang berasal sebuah matahari, yang mengubah tingkat intensitas serta sudut jatuh, menciptakan bayangan dengan konsentrasi yang berbeda. Elemen cahaya gelap dalam sebuah karya seni menciptakan sebuah bayangan yang bisa untuk mempengaruhi bentuk karya seni tersebut.

5. Bentuk

Dalam sebuah konsep dengan bentuk merupakan sebuah bentuk fisik yang bisa dilihat. Bentuknya tidak terpisahkan terhubung ke bentuk garis. Bidang merupakan sebuah bentuk negara yang dibatasi oleh garis, yaitu bentuknya juga disebut sebagai tepi.

6. Ruang

Ruang merupakan sebuah elemen atau area yang telah mengelilingi dalam bentuk sebuah figur. Elemen ruang tidak dapat benar-benar dilihat atau dibayangkan. Ruang dapat hidup hanya dengan kehadiran benda-benda atau dengan sebuah menggambar bidang dan garis pada selembar kertas.

Fungsi dan Tujuan Patung

Terdapat beberapa fungsi dan tujuan dalam pembentukan sebuah hasil karya seni patung, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Untuk ibadah dan makna dalam keagamaan bagi beberapa komunitas agama.
  • Sebagai hasil karya seni murni dalam adanya suatu estetika, yang hanya menikmati dalam keindahan terhadap bentuknya.
  • Sebagai mengenang atau memperingati adanya sebuah kejadian dan peristiwa dalam bersejarah atau terhadap layanan terhadap pahlawan di masa lalu.
  • Untuk mengenang atau memperingati sebuah kejadaian dan peristiwa yang bersejarah atau layanan terhadap pahlawan di masa lalu.
  • Untuk sebuah dekorasi dalam lingkungan taman atau bangunan, baik dalam taman bermain atau taman pribadi.
  • Sebagai dapat dijual, karena telah dibuat dengan para seorang pengrajin.

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan yakni mengenai Sejarah Seni Patung. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.