Sejarah Situ Gintung

Posted on

Sejarah Situ Gintung – Danau yang awalnya meliputi area seluas sekitar 31 ha. Air waduk mencapai 2,1 juta meter kubik dan digunakan sebagai Belanda India untuk irigasi sawah dan ladang pertanian.

Situ Gintung pada awalnya bertindak sebagai waduk air dan perlindungan banjir untuk Batavia. Air di Situ Gintung digunakan untuk mengairi sawah.

Apa itu Situ Gintung? Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai Situ Gintung dengan cara singkat, jelas, dan mudah untuk dipahami. Yuukk… Simak penjelasan selanjutnya sebagai berikut.

Apa itu Situ Gintung ?

Pengertian Situ Gintung merupakan danau buatan yakni dekat dengan Cirendeu di provinsi Tangerang. Itu dibentuk oleh bendungan yakni setinggi 16 meter, dan dibangun pada tahun 1933 selama era kolonial Belanda.

Situ Gintung pada awalnya merupakan suatu bendungan yakni sebagai keperluan irigasi di daerah tersebut. Data dari Ciliwung Tengah Cisadane River Region (BBWSCC), bendungan ini memiliki luas 31 hektar, tetapi karena lumpur, luasnya berkurang menjadi 21,4 hektar pada 2009, kedalamannya ada 10 meter dan kapasitas untuk menampung air, yakni sebesar 2,1 juta meter kubik.

Sejarah Situ Gintung

Pada 26 Maret 2009, sebuah Bendungan Situ Gintung telah runtuh, menyebabkan banjir bandang yangelah menghanyutkan dasar bendungan dan lumpur danau dan beberapa bangunan langsung di bawah bendungan. Turbulensi di daerah hilir diperkirakan akan meningkatkan volume dan kepadatan karena meningkatnya jumlah material dari bangunan dan benda-benda lain yang tertahan oleh pasang surut.

Sejarah-Situ-Gintung

Dampak terbesar dari adanya sebuah aliran air dan lumpur dapat diperkirakan terjadi di area perumahan dan bangunan di sekitar gedung perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang terletak sekitar 650 meter dari titik bendungan bendungan.

Baca Juga :  Prasasti Manjusri

Situ Gintung dan wilayahnya dibangun kembali dan diselesaikan dalam bulan Februari 2011. Perbaikan yang begitu signifikan dari adanya sebuah bendungan Situ Gintung ialah adanya saluran air yakni sebagai mengalirkan suatu air ketika volume air tidak dapat diserap.

Saluran air ini telah mengalir ke daerah Petukangan. Selain itu, sekarang ada area hijau di sisi kiri dan kanan kanal. Di sisi kiri kanal didirikan sebuah monumen untuk memperingati korban runtuhnya Situ Gintung tahun 2009.

Fungsi Situ Gintung

Situ Gintung pada awalnya bertindak sebagai waduk air dan perlindungan banjir untuk Batavia. Air di Situ Gintung digunakan untuk mengairi sawah. Dinding waduk digunakan oleh penduduk setempat untuk mengeringkan tanaman dan ikan mereka.

Kandang petani ikan memanen di bawah sinar matahari di Situ Gintung. Air Gintung-situ juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan air bersih. Potensi Situ Gintung sangat bermanfaat bagi warga Tangerang Selatan. Bagaimana Situ Gintung dapat membuat hidup orang lebih mudah. Namun karena populasi yang melimpah dan perkembangan pembangunan yang pesat.

Potensi dan Ancaman

Situ Gintung mempunyai sebuah potensi sebagai sumber air bagi penduduk lokal dan sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah Tanggerang Selatan, tetapi lokasinya tidak strategis, dikelilingi dengan berbagai jenis bangunan dan lebih tinggi dari bangunan tempat tinggal dan tidak mempunyai sebuah saluran air yang baik dan bangunan-bangunan tua, karena itu merobohkan tanggul situ gintung.

Selain itu, masih ada risiko menyusul runtuhnya tanggul situ-Gintung, yaitu hilangnya sumber daya air di populasi sekitar dan hilangnya mata pencaharian penduduk di sekitarnya yang menjadi pengangguran.

Baca Juga :  Perkembangan Islam di Indonesia

Pengelolaan dan Pemanfaatan

Situ Gintung dapat dikelola dengan Badan DAS Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan langsung oleh operator di kawasan Situ Gintung yang dijadikan tempat wisata dengan tidak mengubah fungsi Situ.

Setelah bencana, Situ Gintung digunakan sebagai lahan perkebunan sementara seperti tanaman manioc, mentimun dan jagung. Namun masyarakat berharap bahwa Gintung akan segera kembali ke fungsi semula.

Situ Gintung pada awalnya bertindak sebagai waduk air dan perlindungan banjir untuk Batavia. Air di Situ Gintung digunakan untuk mengairi sawah.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang telah kami sampaikan dengan jelas, dan ringkas yakni mengenai Sejarah Situ Gintung. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.