Sistem Periodik Unsur

Posted on

Sistem Periodik Unsur – Materi pembahasan kali ini mengenai sistem periodik unsur yang akan kami jabarkan satu persatu, mulai dari pengertian, sifat, tabel dan unsurnya. Nah penasaran bukan.! Baiklah untuk melengkapi tulisan yang sesuai dengna tema kita kali ini, maka, simak ulasan yang sudah kami rangkum dibawah ini.

Apa itu Tabel Periodik Unsur?

Sistem Periodik Unsur yakni merupakan sebuah susunan unsur dengan berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat dari unsur-unsur tersebut.

Mengapa disebut “periodik?”, Sebab terdapat pola kemiripan sifat unsur dalam susunan tersebut. Sistem Ini sangat modern yang saat ini digunakan dengan didasarkan tabel yang dipublikasikan oleh Dmitri Mendeleev pada tahun 1869.

Terdapat 4 blok yang didapat dari Tabel periodik yang pertama blok -s, -p, -d, dan -f. Pada umumnya, dalam satu periode atau baris, di sebelah kiri bersifat logam, dan di sebelah kanan bersifat non-logam.

Sistem Periodik Unsur adalah

Ciri – Ciri Unsur Logam

  • Kerapatan pada unsurnya tinggi
  • Unsur bersifat konduktor
  • Padat (dapat dibentuk/ditempa)

Ciri – Ciri Unsur Non Logam

  • Kerapatan pada unsurnya rendah
  • Unsur bersifat isolator
  • Rapuh

Sifat-Sifat Pada Sistem Periodik Unsur

Dalam sistem periodik unsur, terdapat beberapa sifat, di antaranya ialah sifat logam, jari-jari atom dan juga energi ionisasi. Dan berikut pemahaman mengenai sifat sistem periodik unsur yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Sifat Unsur

Dengan Berdasarkan sifat unsurnya dapat dibagi ke dalam 3 jenis, yakni logam, non logam dan juga metalloid. Secara umunya logam mempunyai sifat yang cenderung melepaskan elektron dari non logam untuk membentuk ion positif.

Baca Juga :  Distribusi Adalah

2. Jari-jari Atom

Apa yang dimaksud dengan Jari-jari atom ialah merupakan suatu jarak dari inti atom ke orbital elektron terluar yang stabil dalam suatu atom dalam keadaan setimbang. Jarak tersebut dapat diukur dalam satuan pikometer atau angstrom.

3. Energi Ionisasi

Apa itu ionisasi ialah merupakan suatu energi yang diserap untuk melepas satu elektron dari sebuah atom. Sedangkan energi ionisasi atom kedua ialah energi yang diserap untuk meleas elektron kedua dari sebuah atom, dan seterusnya.

4. Afinitas Elektron Sistem Periodik Unsur

Afinitas eletron ialah jumlah energi yang dilepaskan ketika sebuah elektron ditambahkan ke dalam kolom atom netral untuk membentuk ion negative.

5. Kelektronegatifan

apa yang diaksud dengan Kelektronegatifan? ialah merupakan suatu kemampuan atau kecenderungan suatu atom untuk menangkap ataupun menarik kembali elektron dari atom lainnya.

Tabel Periodik

Keterangan :

  • Dari contoh gambar di atas baris pada tabel di sebut dengan periode, lalu kolom di sebut dengan golongan.
  • Pada keterangan gambar di atas menunjukkan 6 golongan ( kolom ) mempunyai nama selain nomor. Contoh nya yakni unsur golongan 17 ialah halogen, dan golongan 18 nya ialah gas mulia.
  • Dan tabel periodik juga dapat di gunakan untuk menurunkan hubungan antara sifat – sifat unsur, dan memperkirakan sifat unsur baru yang belum di temukan.
  • Dengan berdasarkan fungsinya periodik memberikan kerangka kerja untuk melakukan analisis perilaku kimia, dan banyak di gunakan dalam bidang kimia dan ilmu lainnya.

Keterangan Unsur Kimia di Tabel Periodik

No atom Unsur Kimia Simbol
1 hidrogen H
2 helium He
3 lithium Li
4 beryllium Be
5 boron B
6 carbon C
7 nitrogen N
8 oxygen O
9 fluorine F
10 neon Ne
11 sodium Na
12 magnesium Mg
13 aluminum Al
14 silicon Si
15 phosphorus P
16 sulfur S
17 chlorine Cl
18 argon Ar
19 potassium K
20 calcium Ca
21 scandium Sc
22 titanium Ti
23 vanadium V
24 chromium Cr
25 manganese Mn
26 iron Fe
27 cobalt Co
28 nickel Ni
29 copper Cu
30 zinc Zn
31 gallium Ga
32 germanium Ge
33 arsenic As
34 selenium Se
35 bromine Br
36 krypton Kr
37 rubidium Rb
38 strontium Sr
39 yttrium Y
40 zirconium Zr
41 niobium Nb
42 molybdenum Mo
43 technetium Tc
44 ruthenium Ru
45 rhodium Rh
46 palladium Pd
47 silver Ag
48 cadmium Cd
49 indium In
50 tin Sn
51 antimony Sb
52 tellurium Te
53 iodine I
54 xenon Xe
55 cesium Cs
56 barium Ba
57 lanthanum La
58 cerium Ce
59 praseodymium Pr
60 neodymium Nd
61 promethium Pm
62 samarium Sm
63 europium Eu
64 gadolinium Gd
65 terbium Tb
66 dysprosium Dy
67 holmium Ho
68 erbium Er
69 thulium Tm
70 ytterbium Yb
71 lutetium Lu
72 hafnium Hf
73 tantalum Ta
74 tungsten W
75 rhenium Re
76 osmium Os
77 iridium Ir
78 platinum Pt
79 gold Au
80 mercury Hg
81 thallium Tl
82 lead Pb
83 bismuth Bi
84 polonium Po
85 astatine At
86 radon Rn
87 francium Fr
88 radium Ra
89 actinium Ac
90 thorium Th
91 protactinium Pa
92 uranium U
93 neptunium Np
94 plutonium Pu
95 americium Am
96 curium Cm
97 berkelium Bk
98 californium Cf
99 einsteinium Es
100 fermium Fm
101 mendelevium Md
102 nobelium No
103 lawrencium Lr
104 rutherfordium Rf
105 dubnium Db
106 seaborgium Sg
107 Bohrium Bh
108 Hassium Hs
109 meitnerium Mt
110 Darmstadtium Ds
111 Roentgenium Rg
112 Copernicium Cn
113 Ununtrium Uut
114 Ununquadium Uuq
115 Ununpentium Uup
116 Ununhexium Uuh
117 Ununseptium Uus
118 Ununoctium Uuo
Baca Juga :  Pengertian Analisis SWOT

Artikel Lainnya :

Unsur – Unsur Dalam Sistem Periodik

  1. Golongan IA ( Logam Alkali )

Padagolongan IA dimana semua logam nya tergolong lunak diperkirakan sekeras karet penghapus, dan dapat di iris dengan pisau serta ringan massa jenis nya yaitu li, Na, dan K semua nya kurang dari 1 g/cm3.

  1. Golongan IIA ( Logam Akali Tanah )

Dalam golongan ini disingkatmenjadi IIA yang tergolong suatu logam yang aktif, tapi kereaktifan nya kurang jika di bandingakan dengan logam alkali seperiode, dan hanya akan bisa terbakar di udara bila dipanaskan, tapi terkecuali dengan berelium karna logam alkali tanah hanya larut dalam air. Dan di gunakan sebagai obat mag dalam kesehatan.

  1. Golongan VIIA ( Halogen )

Dan pada  VIIA yakni merupakan suatu kelompok unsur nonlogam yang sangat reaktif. Maka oleh sebab itu  saling terkait dengan elektron valensi nya yang berjumlah 7, sehingga hanya memerlukan tambahan 1 elektron saja untuk mencapai konfigurasi stabil seperti contoh nya pada gas mulia.

  1. Golongan VIIIA ( Gas Mulia )

Lalu unsur – unsur dari golongan VIIIA, yaitu helium, Neon, Argon, Kripton, Xenon, dan sangat susah bereaksi dengan unsur yang lainnya. Dan di dalam nya tidak dapat di temukan satu pun senyawa alami dari unsur – unsur nya.

  1. Golongan B ( Unsur Transisi )

Lalu unsur – unsur pada transisi iyalah unsur – unsur yang terdapat di bagian tengah sistem periodik unsur yaitu unsur – unsur golongan tambahan ( golongan B ).

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai sistem periodik unsur, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan sobat semua.