Zaman Prasejarah di Indonesia

Posted on

Zaman Prasejarah di Indonesia – Sejarah di Indonesia telah membuktikan beberapa hal, banyak fakta yang telah terjadi di masa lalu dan harus diketahui sampai sekarang.

Sejarah Indonesia memiliki banyak jenis. Sejarah zaman sebelum kehidupan modern atau kerajaan ada, zaman prasejarah atau orang menyebutnya era prasejarah.

Bagaimanakah zaman dalam Prasejarah untuk di wilayah Indonesia? Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap yakni mengenai Zaman Prasejarah. Untuk ulasan selengkapnya, mari simak secara bersama-sama.

Apa itu Zaman Prasejarah ?

Zaman Prasejarah merupakan era sebelum memasuki dalam sejarah atau era pra-sastra. Era pra-sastra dapat disebut dengan era Nirleka. Waktu sebelum membaca dan menulis tidak dapat dipahami dari sumber surat, karena pada saat itu tidak ada keterampilan menulis dan membaca yang diketahui.

Di masa lalu, terdapat sebuah kehidupan manusia yang pasti ada. Orang-orang zaman sekarang tentu berbeda di zaman lain, terutama di negara ini di mana ada budaya dan tradisi yang berbeda, hal-hal ini tentu saja dari kehidupan manusia di masa lampau.

Sejarah di Indonesia telah membuktikan adanya beberapa hal, banyak nyata dan fakta yang telah terjadi di masa lampau dan harus diketahui hingga saat ini. Terdapat berbagai banyak jenis sejarah Indonesia, tetapi kali ini penekanannya adalah pada sejarah sebelum kehidupan Kerajaan atau modern, zaman prasejarah atau pra-sastra. Terdapat banyak hal menarik yang perlu diketahui orang saat ini.

Baca Juga :  Biografi KH Idham Cholid

Periode Zaman Prasejarah di Indonesia

Kisah ini tentu saja berlaku pada masa sebelum pada keberadaan dalam sebuah kehidupan modern dan zaman sebelumnya, yang secara khusus ditekankan pada masa sebelum Kristus (SM). Pada asa prasejarah atau pra-sastra tentu mempunyai rentang waktu mereka sendiri.

Zaman-Prasejarah-di-Indonesia

Menurut sejarawan atau sejarawan dari Denmark disebut CJ. Thomsen percaya bahwa periode Praxara Indonesia dibagi menjadi beberapa era, sedangkan periode Praaksara dibagi menjadi tiga era, yang telah digunakan di Indonesia sebagai patokan bagi para sejarawan

Terdapat beberapa zaman pada Prasejarah di wilayah indonesia, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Zaman Batu Palaeolithikum (Zaman Batu Tua)

Zaman Batu ini adalah Zaman Batu awal kehidupan prasejarah, di mana alat-alat batu untuk mendukung kehidupan masih diproduksi secara kasar oleh manusia. Era ini telah berlangsung pada sekitar 600.000 SM. Di akhir dalam era Pleistocene.

Menurut zaman, kehidupan era ini masih mudah. Orang-orang hidup berkelompok (10 hingga 15 orang) dan tahu bahwa api harus dibatasi hanya sebagai senjata dalam bertahan bertahan hidup dan menakut-nakuti binatang buas.

Era ini disebut sebagai konsep kehidupan dengan cara berpindah-pindah atau nomaden, tergantung pada di mana sumber makanan atau sumber mata air liar berada, sehingga pada saat itu cara hidup masyarakat hanya berburu dan hanya mengumpulkan pada makanan (food gathering).

2. Zaman Batu Neolithikum (Zaman Batu Muda)

Saat ini, dalam suatu kehidupan di era Praxara telah berkembang pesat, dan orang-orang telah merevolusi kehidupan, seperti, mereka tidak lagi ysng bergantung pada perburuan dan mulai mengembangkan metode untuk peternakan, pertanian, dan lain sebagainya.

Peralatan yang mereka gunakan ialah lebih baik, mengingat sudah halus dan disertai dengan adanya sebuah peralatan lain seperti kain tenun atau periuk. Gaya hidup dengan menetap yang mereka jalani dan yang dapat menghasilkan suatu budaya yang lebih progresif karena mereka punya waktu untuk memikirkan kehidupan mereka.

Baca Juga :  Sejarah Budi Utomo

3. Zaman Batu Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)

Mesolitik adalah Zaman Batu, yang menjadi adanya sebuah transisi dari Paleolitik ke Neolitik. Di era ini, terdapat beberapa alat untuk mendukung pada suatu kehidupan manusia masih keras, tetapi upaya telah dilakukan sebagai memperbaiki alat ini.

Pada saat ini, kehidupan mulai dapat berkembang, orang-orang akrab dengan sistem komunitas dan tidak lagi milik kelompok. Di mana pun mereka tinggal, menetap di panggung di sebuah rumah sederhana, atau tinggal di sebuah gua, orang sudah tahu bagaimana menanam tanaman dan bagaimana pembagian tanggung jawab di bidang sosial, seperti berburu wanita dan pria, memasak.

4. Zaman Batu Megatlithikum

Dalam suatu era ini adalah adanya perkembangan pada Zaman Batu, yang terkait dengan kehidupan ritual keagamaan. Era ini bertepatan dengan era Neolitik, ketika tidak hanya alat dibuat, tetapi juga upacara kepercayaan ata keagamaan masyarakat zaman tersebut.

Terdapat beberapa suatu kehidupan era ini memunculkan alat upacara, diantaranya ialah:

  • Dolmen, meja batu dengan kaki batu dari Menhir. Alat ini dibuat sebagai tempat persembahan atau berfungsi sebagai alat kuburan atau peti, karena berisi kuburan atau jenazah.
  • Menhir, peringatan batu besar yang dirancang sebagai menyembah dengan roh leluhur.
  • Waruga, adalah sebuah batu kubus berbentuk bulat atau kubus.
  • Punden Berundak, merupakan suatu bangunan dalam bentuk piramida, yang berfungsi untuk situs pengorbanan. Punden adalah cikal bakal candi.
  • Peti Kubur Batu, disusun dalam bentuk potongan-potongan batu seperti peti mati untuk dimakamkan.
  • Sarkofagus, ialah sebuah peti mati dari seluruh batu (monolit), yang dianggap sangat kuat.

Di masa lalu, terdapat sebuah kehidupan manusia yang pasti ada. Orang-orang zaman sekarang tentu berbeda di zaman lain, terutama di negara ini di mana ada budaya dan tradisi yang berbeda.

Baca Juga :  Sejarah Seni Patung

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang dapat kami sampaikan secara jelas dan lengkap mengenai Zaman Prasejarah di Indonesia. Semoga ulasan ini dapat berguna dan bermanfaat.